Asia Student Package Design Competition 2014

tulisan ini saya peruntukkan terutama bagi siapa saja yang tertarik dengan kompetisi ASPAC, meski pada awalnya diniatkan sebagai syarat keterlambatan UAS, insya Allah masih tetap informatif bagi mereka yang tertarik. selamat membaca.

Informasi mengenai ASPAC saya ketahui pertama kali dari poster yang dtempelkan pada mading di desain produk. Kemudian, mengetahui beberapa hari selanjutnya akan diadakan seminar serta workshop yang berkaitan dengan lomba tersebut saya juga ikut mendaftarkan diri untuk ikut berpartisipasi. Seminar ASPAC sendiri bagi saya cukup menarik, karena memberikan beberapa pengetahuan serta informasi mengenai desain serta trend kemasan yang ada di Jepang, Korea serta Indonesia. Selanjutnya acara workshop yang dilaksanakan sehari setelahnya, juga memberikan kami kesempatan untuk menganalisa satu kasus desain kemasan, untuk kemudian kami tawarkan solusinya. Sebuah pengalaman yang menarik untuk mendapatkan input serta tanggapan dalam proses kami mendesain sebuah kemasan. Setelah mengikuti kedua acara tersebut, saya mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai brief lomba desain kemasan ini. Dengan tema pioneer, lomba ini menuntut para pesertanya untuk mendesain satu kemasan yang mampu untuk mendorong terciptanya perubahan baik dalam aspek potensi, nilai dan gaya hidup masyarakat dalam interaksinya dengan desain suatu kemasan produk. Oleh karena itu, proses desain saya sendiri dimulai dari perumusan suatu konsep desain kemasan yang mampu menjawab brief tersebut dengan baik. Selanjutnya dari konsep tersebut saya coba sintesis-kan aplikasinya dengan produk spesifik yang mampu untuk merepresentasikan konsep saya dengan baik. Bagi saya sendiri tahap ini merupakan satu tahap yang paling krusial dan cukup melelahkan. saya sendiri bahkan beberapa kali mengganti konsep saya, akibat kegagalan untuk menemukan satu kemasan produk yang representatif terhadap konsep yang saya rumuskan. Pada akhirnya saya memutuskan untuk mendesain satu kemasan teh. Berdasarkan pengamatan saya bahwa mayoritas konsumen saat ini kurang memperhatikan mengenai proses yang berlangsung dalam pembuatan produk yang dikonsuminya. Meskipun hal ini menjadi penting mengingat banyak produk saat ini yang mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan dan keamanan konsumen. Untuk itu, menjadi penting kirany bagi sebuah kemasan produk untuk mendorong orang untuk memberikan perhatian lebih mengenai bagaimana produk yang mereka beli tersebut diproses. Dengan mensimulasikan satu proses diantara banyak proses yang terjadi dalam proses pembuatan produk tersebut. dan dalam produk teh sendiri saya mensimulsikan proses pemetikan teh oleh para petani teh, yang sekaligus juga melibatkan aspek partisipasi konsumen dalam proses tersebut. untuk mendorong munculnya kesadaran dan perhatian mengenai proses yang terjadi dibalik terciptanya produk tersebut.

karya saya, godong tea packaging, peraih asia award dan honorable mention.
karya saya, godong tea packaging, peraih asia award dan honorable mention.

Terpilih sebagai juara pertama tingkat nasional, menjadikan saya berhak untuk mengikuti rangakaian acara pertukaran pelajar yang dilaksanakan di Jepang pada bulan Desember 2014. Berlangsung selama kurang lebih 7 hari, kami (para finalis dari Jepang, Korea, Thailand serta Indonesia) berkesempatan untuk mengunjungi beberapa perusahaan ternama di Jepang yang bergerak dalam bidang desain kemasan. Baik dari perusahaan makanan serta minuman seperti Lotte, Suntory dan Nissin. Perusahaan kosmetik Shisheido, perusahaan Stationery dan furnitur Kokuyo serta perusahaan cetak kertas untuk kemasan DNP. Selain itu kami juga mengunjungi BRAVIS, sebuah agensi yang bergerak dalam jasa desain kemasan. Banyak ilmu dan pemahaman baru yang kami dapatkan setelah mengunjungi perusahaan perusahaan tersebut mengenai bagaimana mendesain suatu kemasan produk secara riil dan dalam skala yang luas. Pertimbangan pertimbangan serta tahapan yang dilakukan sehingga desain kemasan tersebut dapat menjadi sukses.

di cup noodles museum. museum pencipta mie instant (nissin)
di cup noodles museum.
museum pencipta mie instant (nissin)
di pabrik dnp (dai nippon packaging), salah satu perusahaan pembuat kemasan terbesar di jepang.
di pabrik dnp (dai nippon packaging), salah satu perusahaan pembuat kemasan terbesar di jepang.

Pada puncak acara, diselenggarakan sebuah seminar yang diisi oleh Hidei Nobuyuki (mantan CEO Sony), para juri dari tiap Negara serta perwakilan mahasiswa dari tiap Negara. Hidei sendiri memberikan satu presentasi menarik menganai Quantum Leap yang menjadi kunci untuk bersaing pada saat ini, dan berbagai trend dan ramalan mengenai pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi di Asia pada masa mendatang. Selanjutnya presentasi mengenai trend desain kemasan yang terjadi di Negara masing masing oleh para perwakilan juri dari tiap Negara (Korea, Thailand, Indonesia, Jepang). Hal ini memberikan pelajaran berharga, untuk memahami bagaimana karakteristik serta kondisi yang terjadi secara dinamis pada tiap Negara membentuk satu nilai dan trend yang berbeda antar satu sama lainnya. Rangakaian acara ini tentu merupakan sebuah ajang yang berharga bagi saya untuk mendapatkan banyak pemahaman serta pengetahuan yang baru mengenai desain kemasan secara khusus, dan desain itu sendiri secara umum. Akan tetapi di lain hal, pertemanan yang terjalin antar anggota dari tiap Negara  juga menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk didapatkan. Meskipun banyak terkendala oleh permasalahan bahasa, komunikasi antar kami tetap tercipta dengan baik. dan pemahaman kami antar satu sama lain juga terbangun dengan baik, memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik mengenai karakteristik tiap 3 bangsa lain, yang masing masing berbicara menggunakan bahasa dan huruf yang berbeda. Bagaimana kami berbagi semangat dalam bidang desain, yang pada akhirnya di akhir acara kami tuliskan bersama pada satu kertas tentang mimpi kami untuk sepuluh tahun yang akan datang.

bersama para peserta dari thailand, korea dan jepang
bersama para peserta dari thailand, korea dan jepang
Iklan

Diterbitkan oleh

dudin abdurrahman

moslem.bandung.designer in making.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s