Merancang Benturan Pertama (1)

cropped-dsc_1600.jpg

“dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi ” pidi baiq.

Pesantren 

Sebagai mahasiswa dengan latar belakang pendidikan pesantren, bisa saya katakan merupakan sebuah kesyukuran dan karunia yang luar biasa untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi di kampus yang tergolong elit. utamanya untuk dapat berkuliah di jurusan seni dan desain, yang sejak dahulu menjadi passion saya, di salah satu tempat paling awal pendidikan seni dan desain di Indonesia dicanangkan. setidaknya seperti itulah informasi yang kiranya saya tangkap, sebagai hasil dari mengikuti mata kuliah sejarah desain.

Kombinasi karakter santri dengan karakter dan jiwa anak seni rupa umunya yang bebas dan ekspresif, pada gilirannya memberikan tantangan adaptasi yang saya akui tidaklah mudah. awal awal masa perkuliahan bagi saya merupakan satu dunia baru yang disamping menggairahkan, namun juga penuh dengan kegelisahan. meskipun pada akhirnya saya menemukan titik keseimbangan personal, ada berbagai konsekuensi yang harus saya tanggung oleh keputusan ini.

Bandung

11407129_909962375730878_2704478444186514871_n.jpg

Lebih mudah menginterpretasikan Bandung ketimbang mendefinisikannya. ia terlalu dinamis untuk dapat dipenjara oleh barisan kata kata. dan perjalanan menempuh proses perkuliahan hingga bekerja di Bandung selama kurang lebih 6 tahun, membawa banyak cerita dan pelajaran yang berharga bagi kehidupan saya sendiri. mulai dari lingkungan FSRD yang penuh energi imajinasi dan kebebasan menyampaikan ekspresi dan informasi, hingga lingkungan KM-ITB yang sarat akan analisis dan semangat kebangsaan yang progresif. mulai dari dinamika demografi sosial Bandung yang sarat akan jiwa muda dan semangat kreasi, hingga nuansa Masjid Salman yang sejuk namun menyimpan energi Madani yang mencerahkan.

12928338_1060461967347584_1718909826635875366_n.jpg

Melting pots. mungkin itu pilihan saya jika diharuskan untuk menginterpretasikan Bandung. meski mungkin tidak dalam skala Jakarta, namun Bandung jelas lebih memanusiawikan manusianya. yang selanjutnya turut berperan dalam memberikan para pemuda Bandung satu energi positif untuk dapat berkarya dan berkontribusi dengan baik bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya. baik dalam bidang pendidikan, sosial, teknologi, maupun entrepreneurhip.

Bifurkasi

12821638_1046361112091003_214285441399868494_n.jpg

Bifurkasi. saya pertama kali mengetahui kata itu saat membaca salah satu novel Supernova Dewi Lestari. yang seingat saya bermakna, pencarian titik baru keseimbangan. pengertian lebih lengkapnya, karena dalam hidup ini setiap individu mengalami perjalanan personal dari satu titik ke titik yang lain. dan dalam perjalanannya, ia akan selalu mengalami berbagai gejala dan realitas yang mengakibatkan ketidakseimbangan dirinya secara personal. yang kemudian mengharuskan ia untuk dapat mencari titik keseimbangannya sendiri. namun ketika seseorang sudah mencapai titik keseimbangannya, ia akan mengalami satu proses ketidakseimbangan baru dalam tingkat lebih tinggi yang disebabkan oleh berbagai peristiwa dan gejala baru. yang kemudian mengharuskannya untuk mencari titik baru keseimbangan, atau lebih singkatnya membawanya dalam satu proses Bifurkasi.

Dan pada gilirannya, garis kehidupan saya yang berpindah dari satu titik kehidupan pesantren menuju satu fase kehidupan baru di Bandung inilah yang membawa saya untuk mengarungi perjalanan personal mengalami proses Bifurkasi.

*InsyaAllah berlanjut…

Iklan

Diterbitkan oleh

dudin abdurrahman

moslem.bandung.designer in process.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s